You are here

Problem Solving Mengasah Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa

.

          Proses perkuliahan merupakan salah satu unsur penting untuk mencapai keberhasilan dalam tujuan perkuliahan. Dalam proses perkuliahan itulah terjadi proses transformasi ilmu pengetahuan serta nilai-nilai. Ketika proses perkuliahan berlangsung, terjadi interaksi antara dosen dengan mahasiswa yang memungkinkan bagi dosen untuk dapat mengenali karakteristik serta potensi yang dimiliki mahasiswa. Demikian pula sebaliknya, pada saat perkuliahan mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga potensi tersebut dapat dioptimalkan. Oleh karena itu, pendidikan bukan lagi memberikan stimulus akan tetapi usaha mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengetahuan itu tidak diberikan, akan tetapi dibangun oleh mahasiswa ( Wina Sanjaya, 2006: 102).

            Berdasarkan hasil observasi di kelas 6 paralel UMM pada Selasa, 21 Maret 2017 yang dilakukan untuk memenuhi mata kuliah riset dan praktik pembelajaran PGSD, tidak banyak mahasiswa yang mau berpartisipasi mengemukakan pendapat maupun hanya sekedar bertanya tentang materi perkuliahan. Hanya beberapa mahasiswa yang aktif bertanya dan menanggapi pertanyaan dosen pada saat perkuliahan berlangsung. Permasalahan pendidikan yang dihadapi sekarang ini pada umumnya adalah rendahnya mutu pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Bentuk dari upaya peningkatan mutu pendidikan adalah dengan melakukan perubahan pemikiran dalam proses perkuliahan. Proses perkuliahan yang awalnya Teacher Center diubah menjadi  Student Center. Perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa adalah perkuliahan yang menjadikan mahasiswa sebagai subjek pembelajaran. Mahasiswa dituntut aktif dalam proses perkuliahan sedangkan dosen bertugas menyediakan fasilitas belajar bagi mahasiswa.

            Untuk mengatasi masalah di atas, salah satunya adalah menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Problem Solving adalah model pembelajaran yang cara memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menelaah dan berpikir tentang suatu masalah untuk selanjutnya menganalisis masalah tersebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Menurut (Syaiful Bahri dan Aswan Zain, 2006 : 92 ) metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

            Setelah melakukan beberapa kali observasi di kelas 6 konsentrasi IPS, ada beberapa perubahan yang harus dilakukan guna meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa. Pertama, tempat duduk mahasiswa yang semula klasikal biasa menjadi leter U. Semula perkuliahan hanya melakukan presentasi power point, diganti dengan beberapa inovasi diantaranya adalah menampilkan video yang terkait dengan materi perkuliahan, memutar film yang didalamnya terdapat permasalahan dalam pembelajaran yang selanjutnya akan dianalisis oleh mahasiswa. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, mereka menganalisis film dan video dengan cara berdiskusi dan dicari pemecahan masalah yang sesuai.

Melalui metode Problem Solving yang didukung dengan media yang bervariasi nyatanya mampu membuat mahasiswa yang awalnya pasif menjadi aktif berpendapat dan mampu berfikir kritis untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang disajikan.

Selia Wahyu Kaeksi. Pendidikan Dasar 2016

Kontak Kami

PROGRAM PASCASARJANA

Kampus Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telp. +62274-550836 (front office), Hunting +62274-586168, Psw. 229; 285; & 367
Fax. +62274-520326
Website : 
http://pps.uny.ac.id
Contact Persons :

Sujarwo (081578886039)